Hidup
didunia adalah persiggahan sementara sebelum mencapai tempat tinggal abadi kita
diakhirat kelak, sebagai manusia kitatak eas dari yag namanya kesalahan, bak
disengaja maupun tidak disengaja, dan dari setiap kesalahan atau kelalaian yang
kita lalui tersebut butuh yang namanya pengingat, butuh kepada sebuah perbaikan
yang bisa meminimalisir kesalahan kesalahan tersebut.
Itulah
kado terindah yang diberikan oleh para Asatizku kala pulang ke kampug halaman
empat bulan lalu, pemberian setulus hati itu mudah mudahan menjadi kebaikan bagi
kehidupanku dimasa yang akan datang.
1) Bersungguh sungguhlah dan bermujahadahlah dalam setiap kebaikan yang Allah berikan kesempatanNYA padamu, karna: 1. Allah berjanji untuk memberikan kesuksesan hanya bagi yang bersungguh sungguh. 2. Nilai kebaikan terletak pada kesungguhan kita menyikapinya bukan pada kebaikan itu sendiri. 3. Mujahadah itu akan terasa mudah saja kalau kita biasakan sebaliknya dia akan terasa sulit karna belum biasa.
2) Jadikanlah sabar sebagai
senjatamu dalam mujahadahmu dan menunggu hasilnya. Karna antara engkau dan cita
citamu itu hanya tinggal satu jembatan saja, jembatan itu bernama sabar.
3) Menunggu hasil kerja kita,
dan menyikapi apapun hasilnya nanti sebaiknya dengan sikap santai. Bukankah yang
Allah nilai itu kerja kita bukan hasil??? Bukankah hasil itu sejatinya sudah
tertulis di lauhil mahfudz sebelum kita dilahirkan?
Itulah
cara menyikapi hidup dalam menuntut ilmu ini, terutama di مصر…
Karna:
م itu bermakna Mujjahadah ص itu
bermakna sabar dan ر itu
bermakna rohah…
Belajarlah untuk memaknai hidup dan dewasalah…
Dari: Abu Zahra

Post a Comment